Sejarah Desa
Desa Pandantoyo meliputi 2(dua) dusun yaitu : Dusun Pandantoyo dan Dusun Jabon. Setiap dusun itu mempunyai cerita atau dongeng sendiri-sendiri. Hanya sumber cerita itu bersifat lisan sedangkan peninggalannya biasanya berupa makam.
Zaman dahulu kala ada 7 (tujuh) orang dari Kerajaan Mataram seorang prajurit yang lari dari kerajaan Mataram menuju tanah Jawa. Waktu itu di situ masih hutan-hutan dan rawa rawa. Di antara 7 (tujuh) orang tersebut, salah satunya bernama Ki Cangkring, lalu membuat perkampungan bersama temannya. Kemudian dia bermusyawarah untuk membuat perkampungan kecil di hutan tersebut dekat rawa dan rawa tersebut banyak sekali ditumbuhi pohon Pandan yang tumbuh subur di rawa rawa yang sangat jernih airnya, untuk menjaga kehangatan tidurnya ke 7 (tujuh) prajurit itu ada yg pandai memanfaatkan pohon pandan itu dijadikan anyaman tikar, maka muncullah ide untuk menamakan perkampungan itu dengan nama PANDANTOYO, Pandan (nama pohon) TOYO (air). Kemudian -/+ th 1800 dibentuk pemerintahan desa dan KI CANGKRING yang menjadi Kepala Desanya. Adapun wilayahnya meliputi, dusun Pandantoyo dan Dusun Jabon
Di saat itu orang masih awam dan ekonominya belum teratur. Agamanya masih berkelompok-kelompok, masih banyak tanah yang dianggap mistis dan kepercayaan bahwa pepohonan besar mempunyai keramat dan kebetulan ada pohon bulu yang sangat besar, yang kemudian jadi tempat ritual yang dipuja-puja masyarakat, dianggapnya pohon tersebut mempunyai kekuatan gaib.
Setelah KI CANGKRING meninggal lalu membentuk Kepala Desa yang ke dua bernama Mbah Penceng (1890 – 1920), pemerintahan mulai ada perkembangan agama Islam mulai masuk walaupun banyak hambatan dan rintangan. Kemudian setelah kepala desa kedua meninggal dunia digantikan oleh kepala desa yang ketiga yaitu Mbah MASDI (1920 – 1950). Desa mulai maju dan pertanian mulai berjalan. Dan setelah Mbah Masdi meninggal, kemudian digantikan oleh Mbah MASRAN (1950 – 1990), desa mulai teratur, pertanian dan ekonomi desa mulai teratur, agama mulai ada perkembangan dan Kiyai Asykandar mulai getol menyebar Agama Islam di wilayah Pandantoyo khususnya di Dusun Jabon (wetan) sehingga beliau membangun masjid yang sampai sekarang berdiri kokoh dan jadi Masjid Desa Pandantoyo. Setelah Mbah Masran meninggal, Kepala Desa digantikan oleh Bpk. Purcoyo (1990 – 1998)
Setelah Bpk Purcoyo habis masa jabatannya berturut dijabat oleh Bpk. Mugiono (1998 – 2006) selanjutnya dijabat oleh Bpk. Firman Hidayat dan sekarang dijabat oleh Bapak Khoiril Anwar.
Sebagaimana desa lainnya di Pulau Jawa maka Pemerintahan Desa Pandantoyo dipimpin oleh Kepala desa dan dibantu oleh aparat-aparat desa sebagaimana tercantum di bawah ini.
Kepala desa : Kepala Desa
Carik : Sekretaris Desa
Kamituwo : Kepala Dusun
Kaur Kesra : Staf Desa Bidang Kesra
Kebayan : Staf Desa Bidang Pembangunan
Petengan : Staf Desa Bidang Pemerintahan
Mataulu : Staf Desa Bidang Pembangunan Pertanian
Secara administratif, Desa Pandantoyo terletak di wilayah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kemadoh, Kecamatan Baron. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Pelem, Kecamatan Kertosono. Sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono.
Desa Pandantoyo terletak 25 km arah Timur dari Kota Nganjuk. Desa Pandantoyo terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Pandantoyo, dan Dusun Jabon
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Pandantoyo.
Secara geografis Desa Pandantoyo terletak pada posisi 7°31'0” Lintang Selatan dan 112°4'0” Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 598 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS Kabupaten Nganjuk tahun 2018, selama Tahun 2018 curah hujan di Desa Pandantoyo rata-rata mencapai ........ mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai ........... mm.
Batas–batas Desa meliputi:
|
No |
Uraian |
Desa |
|
1 |
Sebelah Utara |
Desa Pisang |
|
2 |
Sebelah Barat |
Desa Kemaduh |
|
3 |
Sebelah Selatan |
Desa Lambangkuning |
|
4 |
Sebelah Timur |
Kelurahan Banaran |
Jarak tempuh Desa Pandantoyo ke Kecamatan Kertosono adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak tempuh ke ibukota Kabupaten Nganjuk adalah 30 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0,5 jam.