Guna memperkuat pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di lingkungan sekolah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Orientasi dan Diklat Pembina PMR Wira Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (28/4/2025) hingga Rabu (30/4/2025), di Aula SMK Negeri 1 Nganjuk, diikuti oleh 41 pembina PMR Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Nganjuk.
Ketua PMI Kabupaten Nganjuk, Drs. Lishandoyo, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara PMI dan Cabang Dinas Pendidikan. Ia berharap para peserta mampu mengembangkan Unit PMR di sekolah masing-masing sesuai Pedoman Manajemen PMR. "Bagi sekolah yang belum memiliki PMR, kami berharap segera membentuknya," tegas Lishandoyo.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Nganjuk, Dra. Evi Dwi Widajanti, M.M., turut mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler PMR sangat penting untuk membangun karakter siswa agar memiliki rasa kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan. "Ini adalah langkah penting dalam membangun karakter siswa melalui kegiatan sosial kemanusiaan di lingkungan sekolah," ujarnya.
Salah satu peserta, Eko Nur Cahyo, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru yang bermanfaat. "Semoga setelah pelatihan ini, PMR di Kabupaten Nganjuk dapat berkembang lebih pesat," harapnya.
PMI Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR, mulai dari tingkat Mula hingga Wira. Sebelumnya, PMI juga telah melaksanakan kegiatan serupa bagi Pembina PMR Tingkat Mula di delapan kecamatan serta Pembina PMR Madya se-Kabupaten Nganjuk.
Selama diklat berlangsung, peserta dibekali materi seputar Kepalangmerahan, Manajemen PMR, serta pengenalan kurikulum tujuh materi pokok PMR seperti Kepemimpinan, Pertolongan Pertama, Kesehatan Remaja, Kesiapsiagaan Bencana, dan Donor Darah Siswa. Materi disampaikan oleh fasilitator berpengalaman dengan metode partisipatif melalui diskusi dan penugasan aktif.