Puspaga Sampaikan Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak di Era Digital


 2025-04-24 |  Desa Bangsri

Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) kembali menghadirkan talkshow inspiratif yang membahas isu penting bagi para orang tua di era digital. Dengan tema "Pendampingan Orang Tua pada Anak di Era Digital", talkshow yang digelar pada Senin (21/4/2025) ini menghadirkan narasumber Septiani Ayu Nawangsari, seorang psikolog dari Puspaga Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang sejalan dengan tema nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), yakni “Seribu Profesi Perempuan dan Gen Z”. Tema ini mengangkat peran penting perempuan dalam berbagai profesi, termasuk peran krusial mereka dalam pengasuhan dan pendampingan anak.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini Tahun 2025, Septiani menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam membimbing serta mengawasi aktivitas anak di dunia digital. “Di zaman sekarang, tidak mungkin kita melarang anak dari penggunaan gadget. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan edukasi dan pengawasan agar anak menjadi pengguna yang bijak, cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Septiani juga menjelaskan tahapan penggunaan gadget berdasarkan usia. Anak usia di bawah dua tahun sebaiknya tidak dikenalkan pada gadget. Pada usia 2–5 tahun, penggunaan diperbolehkan dengan pengawasan ketat dan durasi maksimal satu jam per hari dengan konten ramah anak. Untuk anak usia di atas 5 tahun, penggunaan bisa mencapai 1–2 jam, tetapi tetap dengan pendampingan orang tua. Sementara itu, anak usia 12 tahun ke atas perlu didampingi dengan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua, termasuk dalam memahami konten yang pantas diakses maupun dipublikasikan di media sosial.

“Waktu penggunaan sangat penting. Jangan sampai anak lebih banyak bermain gadget dibanding belajar. Orang tua harus hadir untuk membimbing dan meluruskan jika anak mulai kehilangan keseimbangan,” lanjutnya.

Tak hanya soal waktu dan konten, Septiani juga menyoroti efek negatif dari penggunaan gadget tanpa pengawasan, yang kerap ditemukan dalam kasus-kasus pergaulan bebas anak dan penyalahgunaan media sosial. Hal ini menurutnya harus menjadi perhatian serius, terutama bagi orang tua sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak.

Di akhir sesi, Septiani mengajak semua orang tua untuk terus menjalin komunikasi yang sehat dan terbuka dengan anak, baik di rumah maupun saat anak berada di lingkungan sekolah serta lingkungan bergaulnya. “Anak-anak kita masih sangat membutuhkan bimbingan dan arahan. Mari kita dampingi mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab,” tutupnya.